Tips Menabung Efektif di Tengah Krisis Pandemi

Hai Guys ! Kali ini saya akan membahas tentang financial. Sebagai anak perantauan yang di tuntut bisa belajar mandiri termasuk mengelola keuangan untuk berbagai kebutuhan salah satunya dengan mengetahui cara menabung yang efektif agar bisa stabil.

Meskipun saat ini sedang kuliah online tetap pasti ada aja biaya yang harus dikeluarkan. Di sisi lain saya juga sebagai mahasiswa memiliki keinginan untuk bermain bersama teman-teman, jalan-jalan, dan sebagainya. Kadang saya juga bingung, Bagaimana mengatur keuangan bagi diri saya. Tetapi, saya selalu berusaha dan belajar bagaimana untuk mengatur keuangan dengan baik. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang pemasukan keuangan ketika kuliah offline dan kuliah online sangat jauh berbeda. Dari pemasukan dan pengeluaran yang berbeda saya pun mengatur keduanya dengan cara berbeda pula.

Ketika saya kuliah offline, pengeluaran lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pangan, bagaimana saya mengatur agar selama sebulan penuh saya bisa makan dengan teratur tidak mie instan terus yang saya makan, meskipun di kost saya tetap memenuhi gizi yang cukup,  membeli kebutuhan perlengkapan mandi, mencuci pakaian dan mencuci piring. Apabila semua kebutuhan sudah terpenuhi kita bisa mengerti akan pentingnya kebutuhan adalah yang utama. Hal inilah yang pastinya dirasakan para mahasiswa yang merantau.
 
Lalu, gimana caranya bisa menabung, padahal lagi mengalami krisis keuangan? Jangankan memegang uang lebih, pemasukan bahkan berkurang di awal pandemi, Mumet banget karena pemasukan masih belum menunjang pengeluaran dan sekarang belum juga pulih. Tenang, simak artikel trik menabung ini sampai selesai.

Menabung

Trik Menabung Efektif di Tengah Krisis

1.    Tentukan Sumber Penghasilan

Sebagai mahasiswa banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan yang tidak menganggu aktivitas perkuliahan dari mulai kerja partime, tutor bimbel, admin toko, jualan online, dropshiper, dll. Alangkah lebih baiknya supaya tidak membebankan orang tua kita bisa mengerjakan pekerjaan partime sesuai yang kita bisa. Saya memanfaatkan kuliah online ini dengan bekerja partime karena  memiliki waktu yang sangat fleksibel, lebih tepatnya menjadi tutor bimbel online maupun offline dan dropshiper. Setelah kita mendapatkan pemasukan dari hasil kerja atau mendapatkan uang bulanan dari orang tua kemudian mencatat sumber pengahasilan serinci mungkin.

2.    Catat Pengeluaran

Langkah ke dua mencatat pengeluaran, harus bisa memilih prioritas mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda atau bahkan cut dan lupakan saja. Terutama di masa krisis saat ini. Hal-hal yang wajib sebaiknya didahulukan seperti membayar kost, paket data, uang transportasi, uang kuliah, uang makan sehari-hari, uang pembelian buku, fotokopi, perlengkapan mandi, mencuci, dll.

3.    Belanja bijak

Belanja dengan bijak usahakan selalu ada uang sisa belanja setiap hari. Nah, manfaatkan segala macam diskon dan promo di maksimal mungkin. Diskon dan promo jangan sampai malah menjebak keuangan kita. Prinsipnya satu belilah sesuatu dengan kebutuhan. Meski banyak penawaran beli dua dapat tiga, kalau memang butuhnya satu biji ya belilah sebiji aja jangan tegoda beli dua. Tetapi, kalau di antara rak diskon ada barang-barang yang kita butuhkan lebih murah apalagi bagi anak kost, maka enggak ada salahnya memanfaatkan promo dan diskon yang ada.

4.    Jangan meremehkan uang receh

Uang receh biasanya dianggap remeh. Kalau dapat kembalian dari warung berupa recehan biasanya hanya di tempatkan di atas meja begitu aja. Padahal, recehan ini kalau dikumpulkan bisa jadi lumayan juga. Yukk bisa memulai mencari wadah bisa menggunakan kaleng roti atau wadah lain seadanya dan jadikan sebagai wadah recehan setiap kali mendapatkannya. Intinya, jangan biarkan berceceran di mana-mana. Setiap kali ada receh mampir ke dompet masukkan ke wadah ini. Lama-lama bisa banget dipakai untuk bayar parkir lumayan juga enggak harus mengurangi uang belanja.

5.    Menabung

Bagi saya menabung adalah suatu kewajiban yang saya yakini akan memberikan manfaat bagi diri pribadi saya. Dari kecil saya sangat bersyukur sudah diajarkan untuk menabung oleh orangtua. Nasihat ini memang sering kali membosankan tetapi sangat berguna di masa depan. Perlu kalian ingat, bahwa menabung itu harus menjadi kewajiban bagi mahasiswa seperti kita saat ini, meskipun kuliah kita di rumah tidak ada salahnya kita tetap menabung.

Lagi krisis dan mesti tetap menabung? Bisa kok, bisa. Hanya saja memang butuh niat yang besar dan sedikit pengetahuan mengenai trik menabung yang efektif.

Menabung
Financial Planning
Di masa krisis begini, punya uang dalam bentuk cash akan lebih berguna ketimbang membeli barang-barang yang pada akhirnya sangat mubazir.

6.    Jualan kecil-kecilan

Dengan jualan bisa belajar banyak hal dasar tentang bisnis dan cara mengatur keuangan. Mulai dari menghitung modal, menghitung keuangan, dan mengenali pasar.

7.    Belajar menyiapkan dana darurat

Menyiapkan dana darurat sangat penting banget apalagi sebagai anak perantuan tidak ingin merepotkan orang tua lagi bahkan orang-orang disekitar. Jika tiba-tiba ada kebutuhan yang mendadak tidak harus menguras uang tabungan. Sisihkan uang min 10% buat di alokasikan ke dana darurat. Fungsi dana darurat adalah untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

8.    Belajar Berinvestasi

Seorang tokoh Warren Buffet orang terkaya ke-3 di dunia, beliau mulai investasi di usia 11 tahun dari hasil tabungannya yang tidak seberapa. Kita sebagai mahasiswa bisa memulainya dengan risiko yang kecil seperti saham ataupun reksadana. Ayok guys mulai berinvestasi!

Itulah beberapa tips mengatur keuangan yang bisa di terapkan dari sekarang. Apalagi di tengah pandemi ini semua orang harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Selamat mencoba!

-    


Alfiyatun Rochmah
Hello, I'm Alfiya, majoring in accounting in the Computerized Accounting study program at Semarang State Polytechnic. This blog is about my experiences in school, relationships, travel and personal blogs. Most of the content on this blog will be written in Indonesian. Be Enjoy Guys!

Related Posts

Posting Komentar