Sejarah Baru, Bulan Ramadhan 2020

Sejarah Baru, Bulan

Ramadhan #dirumahaja


Hai teman teman, Bagaimana kabarnya? Hampir 2 bulan lebih tidak bertemu, semoga tetap sehat lahir dan batin yaa, Bagaimana dengan ibadah di Bulan Ramadhan teman-teman nih?

Gak seru ya karena gak bisa buka bersama dengan teman-teman ya ? atau karena gak bisa tarawih di masjid?

Memang benar teman Bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan biasanya, tentu akan menjadi Ramadhan yang akan kita kenang seumur hidup karena merupakan sejarah baru bagi semua orang tanpa terkecuali, Betapa tidak, Ramadhan plus pandemi atau sebaliknya. Pokoknya, Combo banget, Combo-nya dengan Covid-19 menghadirkan experience unik ber-ramadhan-ria. Sangat  kecil kemungkinan kita bisa buka puasa bareng sama teman-teman dari SD,SMP,SMK dan teman-teman kuliah maupun teman organisasi. Ngabuburit aja sepertinya ga bisa ya, kan masih Pembatasan Skala Besar Bersama, yah  Sebenarnya tahun ini menjadikan pengalaman Bulan Ramadhan pertama saya diperantuan, tetapi tidak menghalangi saya untuk beribadah di bulan Ramadhan ini. Meskipun dirumahaja tetap menjalankan aktifitas beribadah layaknya biasanya.

"Ada yang berbeda. Momen yang kini tidak ada. 
Karena wabah yang belum mereda"

Tak terasa sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Gimana ibadah kalian selama dirumahaja? Semoga  ibadahnya bisa dimaksimalkan sebaik baiknya yaa tetap semangatt..

Rasanya entah mengapa ada yang kurang dari suasa puasa kali ini. Tapi esensinya tentu tetap sama dong ya, bagaimana kita menjalankan kewajiban, menjauhi perbuatan dosa, dan meningkatkan keimanan dan sebentar lagi kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Bulan Ramadhan kali ini terasa berbeda karena sepi.  Virus Corona yang menjadi penyebab bulan Ramadhan kali ini terasa sepi karena kita dihimbau untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah saja demi memutuskan penyebaran Virus Corona.Tapi siapa sangka kalau Ramadhan tahun ini sudah sangat berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya. COVID-19 sudah merubah segalanya. Sekolah sudah libur sejak Maret lalu, Kuliah sayapun dilaksanakan secara daring, hingga memasuki bulan Ramadhan kuliah masih dilaksanaka secara online. Semoga bisa segera berakhir wabah ini supaya bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Mencoba Produktif Menjalani Ramadhan

Ramadhan yang special ini, saya tetap mencoba untuk produktif dirumah. Walaupun tidak bisa kajian dimasjid, masih ada banyak kajian online bertebaran. Saya pun mencoba untuk kembali belajar tentang sirah nabawiyah, dari mulai menonton film “The messeger of God” hingga kajian tentang sirah nabawiyah. Membuat saya mengingat kembali pelajaran-pelajaran ketika sekolah dasar dan waktu TPQ dahulu. Disisi lain saya sebagai seorang mahasiswi juga menjalankan kewajiban saya belajar denagn melakukan Kelas online yang biasanya dilakukan secara tatap muka dikampus kali ini  berbeda hanya secara online, tentunya membuat para teman teman semua merasa jenuh dan resah dengan dihantui  berbagai macam tugas- tugas mata kuliah yang sangat banyak yang harus dikumpulkan dengan waktu yang bersamaan apalagi dengan tidak pahammnya mata kuliah tersebut membuat saya sangat jenuh amat. Tetapi , kita jangan lupa untuk selalu bersyukur yang penting kita bisa selalu sehat dan selalu bisa menjalankan aktivitas meskipun dirumahaja. Lalu, apa saja yang saya lakukan saat dirumahaja? Tentu saja ada banyak hal yang saya lakukan agar saya tidak merasa bosan. Untuk saya yang terkadang mudah bosan dengan aktivitas itu-itu saja ditengah kebijakan harus dirumahsaja  saya manfaatkan dengan menonton film Drama Korea yang sangat boming banget yaitu “The Word of the Married”. Ternyata banyak hikmah yang saya ambil dari film tersebut. Dan masih banyak lagi film drama yang saya tonton selama dirumhaja.

Tentunya banyak hal-hal baru yang bisa saya pelajari selama Ramadhan ini agar bisa mengimbangi aktivitas ibadah dengan duniawi. Tak melulu harus beribadah ketika Ramadhan tetapi juga bisa mengisi waktu dengan belajar pengetahuan baru yang mungkin bisa berguna kelak. Membac buku, mengikuti kelas online, mencoba hobi baru, Berolahraga, membantu orang tua bersih-bersih rumah, belajar memasak,mendengarkan podcast atau streaming serial online, Selain itu bertebaran live streaming entah via youtube atau instragram juga bisa menambah ilmu. Walaupun akhirnya membuat jadi lebih boros kuota , tetapi itu sangat bermanfaat bagi saya untuk menambah pengetahuan dari pada hanya scroll sosial media yang tidak penting.

Ramadhan yang Unik

Ramadhan tahun ini, tentu akan menjadi Ramadhan yang akan saya kenang seumur hidup, Ramadhan bersamaan dengan pandemi. Berkaitan dengan Beribadah Tarawih, meskipun saya dan keluarga bisa shalat tarawih di masjid, tapi tidak setenang shalat tarawih di ramadhan sebelumnya. Yaa lingkungan saya merupakan daerah pedesaan yang belum sepenuhnya Social Distancing. Shalat tarawih berjamaah di masjid masih banyak dilakukan oleh masjid-masjid didaerah tempat tinggal saya.dengan dilakukan sistem berjarak dan diharuskan menggunakan masker, tentunya itu sangat menghalangi para jamaah untuk beribadah shalat tarawih. Hanya saja, pemerintah desa selalu mengingatkan jika ada orang yang baru datang dari luar kota harus segera lapor dan melakukan isolsi mandiri di rumah serta tidak diizinkan mengikuti shalat tarawih berjamaah di masjid. Kebanyakan  masjid mengikuti anjuran pemerintah untuk tutup sementara.  Dan ini menjadi lebaran yang paling sepi seumur hidup kita. Kenapa ? salah satunya kita ga bisa mudik atau pulang kampung seperti lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Keputusan larangan mudik yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memang cukup mengejutkan. Meski begitu, banyak orang yang memang memilih untuk bertahan di tanah rantau meski menahan rindu saat Lebaran. Pelanggaran mudik ini ibarat buah simalakama. Di satu  sisi, ini merupakan rantai penyebaran virus Covid-19. Namun, di sisi lain membuat banyak orang nggak bisa pulang ke kampung halaman, khususnya di momen Lebaran. Jadi, untuk teman-teman kampus yang masih berada dikost ataupun sudah kembali ke kampung halaman, tetap semangat dan sehat ya! Semoga pandemi Corona segera berlalu.

 Selalu ada rasa was-was yang menghantui. Seperti yang kita tahu, Virus Corona ini menyebar dengan sangat cepat, tidak bisa terlihat secara langsung siapa yang terjangkit. Hanya menjaga diri sebaik mungkin yang bisa kita lakukan. Semoga saja Ramadhan bisa melenyapkan virus Corona dari bumi ini. Sedih sekali rasanya, apalagi lebaran tidak bisa silaturrahmi dengan aman dan nyaman. Mari teman-teman kita kuatkan Do’a supaya bumi kita segera sembuh dari pademi  COVID-19 ini.

Meski masih berada di tengah tamparan badai Corona, bulan Ramadhan tetap patut disambut dengan suka cita dan penuh rasa syukur. Karena, keberkahan bulan ini tidak berkurang sedikit pun hanya karena pandemi. Justru, Ada beberapa fakta unik yang mungkin baru bisa kita nikmati saat ini. Apa sajakah itu?

Pemulihan Bumi

Tahukahh guys?  Bahwa di tengah segala keterbatasan yang kita rasakan akibat pademi ini, sejatinya penduduk dunia sedang mendapatkan manfaat yang sangat besar lho, dengan hadirnya Covid-19 ini. Penerapan jarak fisik memberikan kesempatan bumi untuk memulihkan kondisinya. Bahkan kadar polusi udara berkurang, dan area destinasi wisata alam dapat lebih tenang sejenak tanpa terlalu banyak campur tangan manusia.

 Makna Lebaran Tahun ini

Makna lebaran tahun ini yang akan kami lewatkan #DiRumahAja adalah kesederhanaan bahwa, lebaran tak melulu untuk berfoya-foya, merayakan hari kemenangan bersama keluarga setelah berpuasa menahan segalanya selama sebulan penuh. Semoga di Ramadhan yang special ini, kita bisa bener-bener menjadi orang yang meraih kemenangan dengan mengisi waktu dengan hal-hal bermanfaat. Dan yang biasanya sibuk bukber sana sini hingga mengesampingkan waktu biarlah diganti waktunya dengan hal lain yng lebih bermanfaat, mungkin dengan hadirnya Corona ini kita bisa lebih memaknai bulan Ramadhan dengan mendekatkan diri dengan Allah.

Jadi, sudah produktif kah ? lebih banyak menonton kajian atau drama? Lebih banyak membaca Al Qur’an atau status? Lebih banyak berdzikir atau ngomongin orang? Lebih banyak sedekah atau belanja? Hehehe

 

 

 

 

 


 

15 Komentar

  1. Betulll... Ramadhan yang beda tahun ini. Tp tetap selalu bersyukur❤️

    BalasHapus
  2. semoga bisa segera bertemu kembali

    BalasHapus
  3. Pandemi ini mengajarkan kita untuk lebih bersabar menghadapi ujian, semoga kita semua bisa bersabar untuk menahan rindu untuk bersua

    BalasHapus
  4. Benar sekalii kak, ramadhan kali ini beda banget. Tapi apapun itu seharusnya tidak mematahkan semangat kita untuk beribadah. Semangat terus nulisnya kaakk!

    BalasHapus
  5. Betul sekali ...meskipun ramadhan dan lebaran tahun ini beda,kita harus tetap bersyukur dan menjalaninya dgn ikhlas dan sabar.
    Adanya Pandemi Covid-19 ini membawa dampak positif juga negatif dalam kehidupan kita,meskipun dampak yang diberikan besar terhadap kehidupan kita,kita harus tetap semangat dalam menjalani kehidupan ini.

    BalasHapus
  6. Gak ada wacana bukber sepertinya untuk ramadhan tahun ini. Idhul Fitri yang rasanya akan berbeda. Tapi gakpapa, semua nya menyimpan hikmah tersendiri.. tetap semangat kawan!

    BalasHapus
  7. Betul banget nih, banyak hal baru yang bisa di dapat selama quarantine day��
    Semoga bumi lekas membaik

    BalasHapus
  8. heuheu jadi sedih materi kuliah nda maksimal, ndaa bisa bukber, ndaa bisa mudik. Bisane mung diem di rumah aja. Tapi ini semua ada hikmahnya, semoga lekas membaik. Stay safe, stay healthy!

    BalasHapus
  9. Keren uwuwu..
    Alhamdulillah..
    Yg Ramadhan di kampung,juga tetap di rumah aja, semoga keadaan lekas membaik..

    BalasHapus
  10. Tetap bersyukur dan ambil hikmahnya aja :) semangaaatttt

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama