Gejala Katarak pada Lansia yang Wajib Diwaspadai

Mengenal Katarak pada Lansia

Katarak adalah salah satu gangguan mata yang paling sering terjadi pada lansia. Kondisi ini muncul ketika lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga penglihatan menjadi kabur dan tidak jelas. Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami katarak akan meningkat.

Menurut para ahli kesehatan mata, mata katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada usia lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala katarak pada lansia sejak dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi semakin parah.

Apa Itu Katarak?

Gejala Katarak pada Lansia yang Wajib Diwaspadai
source : alodokter

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan akibat perubahan protein di dalam lensa. Kekeruhan ini menghalangi cahaya masuk ke retina sehingga penglihatan menjadi terganggu.

Pada tahap awal, katarak mungkin tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Namun, seiring waktu, gejalanya akan semakin terasa dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala Katarak pada Lansia yang Wajib Diwaspadai

Berikut beberapa gejala katarak pada lansia yang perlu mendapat perhatian:

1.Penglihatan Menjadi Buram atau Berkabut

Gejala paling umum dari katarak adalah penglihatan yang terlihat buram, seperti melihat melalui kaca yang berembun atau berkabut. Lansia mungkin merasa kesulitan melihat objek dengan jelas meskipun sudah menggunakan kacamata.

2. Sensitif terhadap Cahaya

Penderita katarak sering merasa silau saat melihat cahaya terang, seperti sinar matahari atau lampu kendaraan pada malam hari. Sensitivitas terhadap cahaya ini dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas.

3. Sulit Melihat pada Malam Hari

Katarak dapat menyebabkan penurunan kemampuan melihat dalam kondisi minim cahaya. Lansia yang mengalami gejala ini biasanya merasa kesulitan saat berjalan atau berkendara pada malam hari.

4. Warna Terlihat Pudar

Lensa mata yang keruh dapat membuat warna-warna terlihat kurang cerah atau cenderung menguning. Akibatnya, penderita kesulitan membedakan warna tertentu.

5. Sering Mengganti Ukuran Kacamata

Jika seseorang merasa perlu sering mengganti resep kacamata karena penglihatannya terus berubah, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda perkembangan katarak.

6. Melihat Bayangan Ganda

Pada beberapa kasus, penderita katarak dapat mengalami penglihatan ganda pada satu mata. Kondisi ini berbeda dengan gangguan penglihatan akibat masalah saraf atau otot mata.

Faktor Risiko Katarak pada Lansia

Selain faktor usia, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak:

• Diabetes melitus. 

• Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan. 

• Kebiasaan merokok. 

• Konsumsi alkohol berlebihan. 

• Riwayat cedera mata. 

• Penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang. 

• Riwayat keluarga dengan katarak. 

Cara Mencegah Katarak pada Lansia

Meskipun proses penuaan tidak dapat dihentikan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko katarak:

  • Menggunakan Kacamata Pelindung UV

Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan kacamata yang mampu melindungi mata dari sinar ultraviolet.

  • Menjaga Pola Makan Sehat

Perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan, seperti wortel, tomat, bayam, dan brokoli untuk menjaga kesehatan mata.

  • Berhenti Merokok

Merokok dapat mempercepat kerusakan lensa mata dan meningkatkan risiko katarak.

  • Mengontrol Penyakit Kronis

Penderita diabetes perlu menjaga kadar gula darah tetap stabil karena diabetes dapat mempercepat pembentukan katarak.

  • Rutin Memeriksakan Mata

Pemeriksaan mata secara berkala sangat penting, terutama bagi lansia yang berusia di atas 60 tahun.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter mata apabila mengalami:

• Penglihatan semakin kabur. 

• Sulit melakukan aktivitas sehari-hari akibat gangguan penglihatan. 

• Sensitivitas terhadap cahaya yang semakin parah. 

• Penglihatan ganda atau muncul bercak yang mengganggu. 

Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serta menjaga kualitas hidup lansia.

Pengobatan Katarak

Pada tahap awal, penggunaan kacamata atau pencahayaan yang lebih baik mungkin dapat membantu. Namun, jika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak menjadi pilihan pengobatan yang paling efektif.

Operasi katarak merupakan prosedur yang umum dilakukan dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Dalam prosedur ini, lensa mata yang keruh akan diganti dengan lensa buatan yang jernih sehingga penglihatan dapat kembali membaik.

Kesimpulan

Gejala katarak pada lansia yang wajib diwaspadai meliputi penglihatan buram, sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, warna yang tampak pudar, sering mengganti kacamata, dan penglihatan ganda. Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, melindungi mata dari sinar UV, dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin, risiko gangguan penglihatan akibat katarak dapat diminimalkan. Jika gejala mulai muncul, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata guna mendapatkan penanganan yang tepat.


Alfiyatun Rochmah
Hello, I'm Alfiya, majoring in accounting in the Computerized Accounting study program at Semarang State Polytechnic. This blog is about my experiences in school, relationships, travel and personal blogs. Most of the content on this blog will be written in Indonesian. Be Enjoy Guys!

Related Posts

Posting Komentar