Catatan Harian Sang Pembunuh (Episode 4)

by - Oktober 09, 2021


Sinposis

Demi menyelamatkan dirinya dari penjara setelah tertangkap oleh polisi, perempuan mud aini mengaku dirinya adalah Rebecca Winter yang telah lama menghilang. Ia beruntung memiliki wajah yang sangat mirip dengan Rebecca. Kepolisian pun segera menghubungi orang tua Rebecca Winter untuk mengabarkan kondisinya. Ia berharap ia bisa menyelinap kabur ketika para polisi lengah.

Sialnya, ia tidak bisa kabur sedikitpun bahkan akhirnya bertemu dengan orang tua Rebecca. Tanpa kecurigaan berarti, orang tua Bec sangat menerima kembalian dirinya tanpa curiga sedikitpun. Harinya tidak bisa dibilang mudah karena ia terus didesak oleh Andropolis, seorang polisi yang sudah menyelidiki kasus Rebecca selama 10 tahun. Ia selalu diminta untuk mengingat hari dimana ia menghilang dan info apapun yang bisa ia berikan tentang penculikan Rebecca.

Tentu saja ia yang tidak tau apapun terus berbohong dan membawa peran sebagai seorang perempuan yang trauma dan sedikit amnesia. Perdebatannya dengan Andropolis membuahkan hasil, karena Andropolis tidak lagi mengusik dirinya untuk mengingat hal yang tidak ia ingat sama sekali. Sialnya, kini ia harus berhadapan dengan terror yang tidak ia sangka. Ia terus merasa diikuti oleh mobil van hitam, bahkan diserang saat dalam perjalanan pulang. Lebih parahnya lagi, ia terus mendapatkan pesan yang menyuruhnya untuk keluar dari rumah itu.
Pada kisah ‘sang penyusup’ ini kita dibawa ikut deg-degan karena selalu berpikiran apakah ia akan ketauan, sesempurna apa ia bisa menutupi kebohongannya. Karena ‘sang penyusup’ ini sama sekali tidak kenal Rebecca Winter dan tidak terlihat tanda-tanda ia kepo dengan kehidupan si Bec ini. Ia tidak menyelidiki apapun yang mungkin terjadi pada Bec. Kalau aku di posisi ‘sang penyusup’ untuk berhasil mengelabui aku akan cari tau segala tentang Bec, mulai dari catatan harian atau apapun yang mungkin disembunyikan tapi ‘sang penyusup’ ini tidak melakukannya dan baru tertarik ketika akan tamat.

Aku tidak merasa bosan sama sekali ketika membaca buku ini kecuali pada bagian Bec Winter di tahun 2003. Ada bagian-bagian yang menurutku tidak terlalu berhubungan dengan kisah si Bec ini disampaikan. Tapi, untungnya porsi kisah itu tidak terlalu banyak.

Bagiku buku ini bisa dibilang menjadi salah satu buku page turner bagiku karena aku benar-benar penasaran bagaimana nasib ‘sang penyusup’ dan Bec yang asli. Setelah cukup lama membaca buku ini aku juga menebak apa yang mungkin terjadi pada si Bec yang asli. Aku sih menduga bahwa Bec ini kabur dari rumahnya. Terlihat dari ia yang menggambarkan rumahnya dengan tidak membahagiakan. Tapi, saat sudah sampai di kenyataan yang terjadi, itu benar-benar diluar perkiraan. Menurutku endingnya benar-benar tidak disangka-sangka dan tak tertebak!
Saat kisah sesungguhnya terungkap, wow aku banar-benar kaget dan bahkan teriak waktu baca ini. Tidak nyangka sama sekali! Benar-benar apresiasi besar buat sang penulis yang keren banget membungkus ceritanya. Bahkan ini katanya debut novel di genre psikological thriller. Aku benar-benar merasakan deg-degan ketika sudah berada di puncak cerita dan merasakan ketegangan yang dirasakan si tokoh utama. Apalagi akhirnya benar-benar tidak tertebak.






You May Also Like

0 Comments