Catatan Harian Sang Pembunuh (Episode 1)

by - Oktober 06, 2021

Sinopsis

Catatan Harian Sang Pembunuh

Di film-film bertema pembunuhan atau thriller, kita kerap mendapati momenn ketika seorang pembunuh terjebak dalam hidup yang penuh rasa bersalah. Setelah menahun menjalani hidup sebagai pembunuh, pada akhirnya, tinggalah rasa bersalah menghantui pikirannya.

Ia jadi tak tenang, gelisah, dan kesulitan tidur. Akan tetapi, di mata tokoh novel ini, Kim Byeong-su, hal tersebut sama sekali tak benar. Bagi veteran pembunuh berantai seperti dia, rasa bersalah pada dasarnya adalah perasaan yang lemah. Ketakutan, amarah, dan kecemburuanlah perasaan yang kuat. Perasaan-perasaan inilah yang membuat tidurmu tak nyenyak.

Baiklah, kita boleh tak sepakat dengan ucapannya tersebut. Apalagi, demi mendapati fakta bahwa dia adalah seorang pria tua usia 70 tahun yang menderita Alzheimer atau demensia. Dan, sebagai pengidap demensia, pendapat Kim Byeong-su seperti racauan selintas lalu yang sebentar-sebentar terlupakan.

Fakta ini lantas menjadikan novel ini menarik. Ditulis menggunakan format jurnal yang tak menunjukkan kejelasan waktu, narator sekaligus Kim Byeong-su sendiri mengisahkan kehidupan di masa senjanya.

Dalam hitungannya, terdapat tiga fase kehidupan yang dijalani Kim Byeong-su: Masa remaja atau ketika ia kali pertama membunuh, sehabis remaja atau ketika gencar-gencarnya ia menjadi pembunuh berantai, dan masa kini atau ketika ia berhenti membunuh sama sekali.

Soal yang terakhir, pembaca sudah diberitahu di bagian awal, bahwa ia sudah 25 atau 26 tahun tak melukakan pembunuhan. Dan di masa senjanya ini, ia mencoba menjalani hari-harinya sebagai pria tua biasa bersama anak tirinya, Eun-hee, yang selalu menjaganya mengingat dirinya mengidap demensia yang dari waktu ke waktu tampak mengkhawatirkan.
Segalanya pun barangkali bakal berlangsung lancar, kalau suatu hari ia tak bersepeda dan menabrak mobil milik Park Ju-tae, seorang pengusaha estat.

Pertemuan itu menerbitkan kecurigaan pada diri Kim Byeong-su, bahwa pria itu pelaku pembunuhan yang meneror para wanita muda di daerah tempat tinggalnya. Masalah lantas menjemput titik runyamnya dalam hidup Kim Byeong-su, begitu ia mengetahui putri tirinya, Eun-hee, menjalin hubungan dengan lelaki itu.

Deskripsi Buku

Judul    : Catatan Harian Sang Pembunuh
Penulis: Kim Young-ha
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 160

Buku ini merupakan cerita psikopat dari Korea Selatan. Akhir-akhir ini memang industri novel korsel lagi berkembang luar biasa. Mereka mulai menjajah manusia pembaca buku dari berbagai genre, percintaan sampai pembunuhan. Buku ini sendiri punya model bercerita gaya baru yang seperti buku diari. Pembaca akan diajak mengintip isi pikiran seorang psikopat tua yang mengidap penyakit alzheimer. Lewat sudut pandang inilah, pembaca akan didorong untuk bersimpati pada tokoh utama, meski ujung-ujungnya penipuan jua lah yang jadi endingnya.  Yah, begitulah nasib pembaca buku misteri yang sudah terbiasa ditipu penulis.

KIm Byeong-su, seorang manula yang hidup bersama anaknya, merupakan mantan pelaku pembunuhan berantai di zaman dulu ketika korea sedang rusuh karena Perang Teluk. Kasusnya tak terpecahkan dan dianggap pembunuhan acak yang dilakukan mata-mata Korea Utara. Pada suatu hari lelaki tua ini mengalami kecelakaan dan membuatnya harus melakukan operasi otak. Lewat kejadian inilah hasrat membunuh Kim Byeong-su menghilang sama sekali.Beranjak tua, tokoh Kim kita terkena penyakit alzheimer yang membuatnya pelan-pelan melupakan kehidupannya di masa sekarang. Seiring dengan hal tersebut, memori masa mudanya ketika membunuh menjadi semakin jelas. Ia mulai menuliskan semua memori yang ia ingat ke dalam buku dan rekaman.




 

You May Also Like

0 Comments