Catatan Harian Sang Pembunuh (Episode 3)

by - Oktober 08, 2021

Berpikir tentang pembunuhan, mungkin ada banyak alasan yang melatarbelakanginya. Baik itu ketidaksengajaan, alasan ekonomi, dendam, dan sebab lainnya yang tidak pernah dibenarkan. Lalu bagaimana jika seseorang membunuh karena “ya suka saja melakukanya..”? Hal itulah yang berusaha digambarkan oleh buku ini.

Buku ini berkisah tentang Kim Byeong-su, seorang pria tua berumur 70 tahun yang didiagnosa mengalami Alzeheimer. Seiring dengan pertambahan usianya, dimensia pun turut menyerang dan membuat ingatan jangka pendeknya bermasalah. Ia tidak bisa mengingat hal-hal sederhana yang baru saja ia lakukan, namun masih bisa mengingat secara kronologis aksi pembunuhannya di masa lampau. Bahkan ia masih mengingat bagaimana ekspresi korban-korbannya sebelum mereka meregang nyawa.
Untuk mempertahankan ingatannya yang tersisa, ia membuat catatan-catatan serupa diary yang rajin ia tulis. Melalui diari inilah ia berusaha mempertahankan sedikit ingatannya. Penulisan melalui diary ini juga salah satu cara menarik untuk memperdalam karakter tokoh utamanya. Setiap kalimat yang ia tulis adalah murni dari dirinya sendiri sehingga tergambar betul karakter Kim Byeong-su yang bikin bulu kuduk merinding. Terlebih saat dengan gamblang ia menyebutkan setiap orang yang dibunuhnya tanpa rasa bersalah.
 
Namun, di balik sifatnya yang kejam dan sangat psikopat, Kim Byeong-su ternyata memiliki keahlian dalam menulis setelah mengikuti pelatihan menulis puisi pada masa mudanya. Ia juga gemar membaca karya-karya filosofis yang turut memperdalam suasana dan pandangannya dalam memaknai hidup. Keahlian yang dimilikinya makin menguatkan karakter menakutkan pada karakternya.
Bayangkan saja seseorang yang tidak memiliki rasa pengampunan seperti dirinya menyukai permainan kiasan kata yang membawa beribu makna. Terlebih puisi tentang darah dan kemarian yang selalu ditulisnya, ia terlihat benar-benar seperti binatang yang memiliki kemampuan berpikir dan merangkai kata.
 
Pada masa tuanya, ia mencurigai kehadiran seseorang yang mendekati putrinya. Ia yakin pernah bertemu orang itu sebelumnya dan menemukan hal yang mencurigakan terkait dirinya. Dalam mobil jeep yang pria itu bawa, ia melihat ada tetesan darah. Namun, ada gelagat tidak beres yang dirasakan Kim Byeong-su dari sorot mata pria itu. Ialah, Park Ju Tae yang kelak menjadi ingatan masa depan Kim Byeong-su yang tidak ingin dia lupakan. Kim Byeong-su pun diam-diam memata-matai kegiatan yang dilakukan oleh Park Ju Tae dan menyimpulkan bahwa Ju Tae adalah orang yang mirip dengannya.
Kim Byeong-su harus memastikan bahwa putrinya, Kim Eun Hee tidak menjadi korban dari pria itu. Sebagai tujuan akhir hidupnya sebelum lupa segalanya, ia memutuskan untuk membunuh pria itu.



You May Also Like

0 Comments