Tahukah Anda Tentang Diabetes?

by - September 27, 2021

Diabetes biasa dikenal dengan istilah kencing manis. Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya gangguan produksi atau kerja hormon insulin, yang dihasilkan oleh pankreas. Hormon insulin merupakan hormon yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah “hyperglycemia”. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang menyebabkan diabetes sering disebut juga dengan penyakit “kencing manis”. Gejala awal penyebab diabetes antara lain adalah sering merasa haus dan lapar, sering buang air kecil, penurunan berat badan secara tiba-tiba, dan mudah merasa Lelah.

Tipe-Tipe Diabetes

Diabetes Tipe I

Merupakan jenis diabetes yang biasanya terdiagnosa pada anak-anak atau usia muda, dan sering disebut dengan juvenile diabetes. Dari keseluruhan populasi diabetes, hanya sekitar 5-10 % yang menderita diabetes jenis ini. Diabetes jenis ini biasanya terjadi sebagai respons dari penghancuran sistem autoimunitas (autoimmune destruction). Proses ini menyebabkan pancreas tidak mampu untuk menghasilkan hormon insulin. Kelompok penderita diabetes jenis ini sering disebut sebagai Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) karena sangat tergantung pada terapi hormon insulin.
 

Diabetes Tipe II

Merupakan jenis diabetes yang terjadi pada sekitar 90-95% populasi diabetes. Biasanya diabetes tipe II mulai terdeteksi pada usia sekitar 30 tahun. Peningkatan kadar gula darah pada diabetes tipe ini terjadi karena faktor gaya hidup, seperti pola makan, berat badan yang overweight, dan juga jarang melakukan olahraga. Pada empat puluh tahun terakhir, berat badan diduga menjadi faktor yang sangat kuat untuk meningkatkan resiko penyakit ini. Penderita diabetes tipe ini masih dapat menghasilkan insulin namun kerja insulin terganggu, sehingga sering disebut juga sebagai Non-insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

 
Diabetes Gestasional

Diabetes tipe ini terjadi pada wanita hamil yang tidak pernah menderita diabetes, tetapi memiliki kadar gula darah yang tinggi (kadar gula darah puasa > 126 mg/dL). Biasanya diabetes tipe ini terdeteksi pada minggu ke 24-28 kehamilan. Jenis diabetes tipe ini akan memengaruhi pertumbuhan bayi pada akhir masa kehamilan. Kadar gula darah yang tinggi akan diteruskan ke janin melalui plasenta. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah janin yang mendorong pancreas bayi memproduksi lebih banyak insulin. Setelah lahir bayi tersebut akan memiliki kecenderungan untuk menderita obesitas dan memiliki berat badan yang lebih berat. Gejala lain yang umumnya tampak pada bayi yang ibunya menderita diabetes tipe ini adalah kesulitan bernafas dan juga shoulder damage pada saat bayi tersebut dilahirkan. Karena berat badan bayi meningkat, maka kemungkinan besar di kemudian hari prevalensi bayi tersebut terkena diabetes akan juga semakin tinggi.

 

Faktor-Faktor Penyebab Diabetes Mellitus:

1. Usia, semakin lanjut usia seseorang maka resikonya terkena diabetes akan semakin tinggi.
2. Jenis kelamin, prevalensi wanita terkena diabetes lebih tinggi dibandingkan prevalensi pada pria.
3. Obesitas, semakin besar kelebihan berat badan maka prevalensi terganggunya kerja insulin akan semakin besar, karena kelebihan lemak dapat menyebabkan gangguan pada kerja hormon insulin.
4. Aktivitas fisik, semakin jarang kita melakukan aktivitas fisik maka gula yang dikonsumsi juga akan semakin lama terpakai, akibatnya prevalensi peningkatan kadar gula dalam darah juga akan semakin tinggi.
5. Pola makan, pola makanan berlemak dan karbohidrat yang berlebihan akan meningkatkan resiko terkena diabetes.
6. Stress, merupakan salah satu faktor pemicu meningkatnya resiko diabetes.
 

Pola Makan Diabetesi

Penderita diabetes pada umumnya tidak perlu mengonsumsi jenis makanan tertentu. Hal yang penting dalam pola diet diabetes adalah membatasi jumlah dan memperhatikan jadwal makan. Dengan kata lain, goal yang ingin dicapai adalah mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah, serta lebih banyak mengonsumsi sayur, dan buah  American Diabetes Association, menyarakan konsumsi  50- 60 % kalori dari karbohidrat, 12-20 % dari protein dan tidak lebih dari 30 % kalori berasal dari lemak

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola makan diabetes:

1. Memilih karbohidrat dengan glikemiks indeks yang lebih rendah.
Karbohidrat dengan glikemiks indeks yang rendah akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah yang lebih perlahan sehingga kestabilan kadar gula darah lebih terjaga dan tidak menyebabkan mudah menjadi lapar. Contoh makanan yang memiliki glikemiks indeks yang rendah adalah pasta dari bijian utuh dan oatmeal.
2. Menghidari konsumsi lemak berlebihan.
Penderita diabetes memiliki resiko dua kali lebih tinggi menderita penyakit jantung dan juga mengalami peningkatan kolesterol. Oleh karena itu penderita diabetes disarankan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol. Dan disarankan untuk mengganti lemak jenuh dengan minyak nabati yang kaya akan lemak tidak jenuh seperti olive oil dan corn oil. Sementara gajih, jeroan, dan gorengan merupakan makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes(6).
3. Mengonsumsi serat.
Serat pangan dapat membantu untuk mengendalikan kadar gula di dalam darah. Oleh karena itu penderita diabetes juga disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kadar serat yang tinggi seperti oat, bijian utuh, dan sayuran.

4. Mengurangi konsumsi Gula dan Garam
Agar kadar gula dalam darah tidak cepat naik, penderita diabetes disarankan untuk bisa mengendalikan konsumsi gula. Konsumsi gula dalam jumlah yang tinggi akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah semakin cepat. Selain itu, makanan dan minuman yang tinggi gula menyumbang kalori tinggi tanpa nutrisi yang mencukupi. Sebaiknya, penderita diabetes mengganti gulanya dengan gula rendah kalori. Sementara itu, membatasi asupan garam perlu dilakukan agar dapat membantu mengurangi resiko hipertensi pada penderita diabetes.
5. Mengonsumsi air sebanyak minimal 32 ounces (5-6 gelas) dalam sehari.
Air putih dapat berfungsi untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh, sehingga dapat juga mencegah konsumsi makanan yang berlebihan jika pada saat yang bersamaan rasa lapar dan haus muncul.
 

Hal-Hal yang perlu dilakukan  pada saat terkena Diabetes Melitus:

1. Perhatikan porsi makan, konsumsi makanan yang bervariasi, atur jadwal waktu makan, dan pilih makanan sehat. Penuhilah ½ dari piring Anda dengan sayuran, ¼ dari piring dengan karbohidrat kompleks (seperti oat atau beras merah), serta ¼ dari piring dengan sumber protein (seperti kacang-kacangan, ikan kukus, atau ayam rebus)
2. Banyak mengonsumsi makanan tinggi serat yang dapat membantu mengendalikan peningkatan kadar gula dalam darah, seperti sayuran dan bijian utuh.
3. Meningkatkan aktivitas & rutinitas berolahraga sesuai dengan saran dari dokter.
4. Menghindarkan diri dari stress, karena stress juga dapat memicu peningkatan komplikasi yang muncul akibat diabetes. Serba-serbi mengenai penyakit diabetes melitus ini diharapkan dapat membantu sobat untuk mencegah penyakit ini. Dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat, sobat bisa mulai mencegah penyakit diabetes dari sekarang.


Sumber :https://www.tropicanaslim.com/berkenalan-dengan-si-manis-diabetes/



a

You May Also Like

0 Comments